Fenomena “Om Telolet Om” masih menjadi viral, tidak sedikit dijalan melihat membawa tulisan tersebut, hingga di hampir seluruh sosial media terlihat update an “om telolet om”.  Apakah kita tahu dari mana awalnya telolet tersebut? Ternyata bunyi klakson tersebut telah ada pertama kali di Jawa Timur dan beberapa daerah di Jawa Tengah serta Yogyakarta sejak sekitar enam tahun yang lalu. Umumnya yang mencari klakson untuk diminta dibunyikan adalah anak-anak remaja sambil memberikan jempol untuk meminta dibunyikan klakson, setelah dibunyikan langsung disambut tepuk tangan oleh mereka.

Menjadi booming hingga ke Mancanegara

Fenomena “Om Telolet Om” menjadi semakin booming ketika media-media sosial saling sharing akan hal tersebut. Bahkan diadakan perlombaan klakson telolet di Sun City Mall, Madiun, Jawa Timur.

Tak ketinggalan beberapa publik figure seorang pembalap ternama dunia Marc Marquez ikut penasaran dan sudah mengerti akan fenomena ini hingga mengupdate di status twitternya,

https://twitter.com/marcmarquez93/status/811480742647791616

telolet-marques-copy

banyak sekali netizen ikut mengomentari sekitar 20 ribu retweets, baik dari berbagai negara yang tidak mengetahui istilah tersebut, hingga orang Indonesia yang mengetahuinya dan ikut meramaikan status milik @marcmarquez93 tersebut. Kebanggaan bagi netizen follower Marc Marquez dari Indonesia karena juara dunia MotoGP ikut terkontaminasi “Om Telolet Om”.

Ramainya di daerah-daerah kita menyemarakkannya menurut Kapolres Kampar AKB Edi Sumardi P menghimbau kepada masyarakat agar tidak berlebihan menyikapi fenomena ini, karena dapat membahayakan para pengguna jalan, menurutnya. Masyarakat yang berdiri dipinggir jalan membawa tulisan-tulisan “Om Telolet Om” dengan maksud meminta pengemudi bus untuk membunyikan klaksonnya, tetapi ada juga yang sampai mencegat bus ketika sedang berjalan, “hal ini dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain” tungkasnya.

Berbeda halnya di Semarang, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menilai hal ini lebih baik daripada melakukan hal yang menjurus negatif seperti narkoba dan pornografi. Namun demikian perlu adanya perhatian dari orang tua dimana lebih berhati-hati dipinggir jalan cukup di trotoar saja sehingga tidak membahayakan anak itu sendiri.

Presiden Indonesia pun Joko Widodo ikut mengomentari fenomena ini. “Ya ini kekuatan dan potensi media sosial yang tidak bisa kita bendung kecepatannya,” ujar Presiden, seperti dituturkan Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden Bey Machmudin. Bagi Jokowi ini merupakan kebahagiaan dan hiburan bagi rakyat dan sah-sah saja, asal tetap meningkatkan kehati-hatian dan keselamatannya.

Nah hingga akun iMeyMey di Youtube pun tidak kalah menjadi ramai oleh jumlah viewernya yang mencapai 2juta lebih. Berikut video “Om Telolet Om” iMeyMey. (ASP)

https://www.youtube.com/watch?v=tZ6T16E9Svk

memey